3A/5
PGSD
FILOSOFI
POHON KELAPA
Kita
semua tentunya sudah tidak asing dengan pohon kelapa, tapi pernahkah kita
belajar dari filosofi pohon kelapa? Kelapa
(Cocos nucifera) adalah anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan
atau Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia
sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, terutama bagi masyarakat pesisir.
Kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini. Tumbuhan
ini diperkirakan berasal dari pesisir Samudera Hindia di sisi Asia, namun kini
telah menyebar luas di seluruh pantai tropika dunia.
Pada
artikel kali ini saya tidak akan membahas tentang sejarah asal-usul dari pohon
kelapa tapi akan membahas tentang filosofi dari pohon kelapa yang sangat
menginpirasi sesuai tema. Seperti yang sudah disebut diatas bahwa pohon kelapa
adalah tumbuhan serbaguna dan yang menjadi bagian dari tumbuhan itu semuanya
berguna dan memberi manfaat hingga tidak menyisakan sedikitpun mulai dari akar
yang paling bawah hingga daun yang paling tinggi.
Mari
kita perhatikan satu persatu mulai dari akar tumbuhan tersebut.
·
Akar kelapa selain bisa berfungsi
sebagai penahan terjadinya erosi juga bisa dimanfaatkan sebagai kayu bakar juga
untuk hiasan kerajinan tangan dan hebatnya akar kelapa ini menginspirasi
penemuan teknologi penyangga bangunan Cakar Ayam dan terbukti banyak bangunan
yang menggunakan tehnik seperti akar kelapa.
·
Kayu dari batangnya, yang disebut kayu
gelugu, dapat dipakai sebagai papan untuk rumah atau bisa juga untuk penyangga
bangunan atau yang disebut dengan soko guru.
·
Daunnya dipakai sebagai atap rumah
setelah dikeringkan. Daun muda kelapa disebut janur, dipakai sebagai bahan
anyaman dalam pembuatan ketupat atau berbagai bentuk hiasan yang sangat
menarik, terutama oleh masyarakat Jawa dan Bali dalam berbagai upacara, dan
menjadi bentuk kerajinan tangan yang berdiri sendiri (seni merangkai janur).
·
Tangkai anak daun yang sudah dikeringkan
disebut lidi, jika dihimpun menjadi satu bisa dijadikan sapu untuk membersihkan
sampah dan kotoran.
·
Tandan bunga yang masih muda, yang
disebut mayang atau manggar dalam bahasa Jawa, dipakai orang untuk hiasan dalam
upacara perkawinan dengan simbol tertentu. Mayang oleh orang Jawa-Mataraman
dipakai sebagai bahan pengganti gori dalam pembuatan gudeg dan disebut gudeg
manggar.
·
Bunga betina atau buah mudanya, disebut bluluk
dalam bahasa Jawa, dapat dimakan. Cairan manis yang keluar dari tangkai bunga,
disebut (air) nira atau legèn (bahasa. Jawa), dapat diminum sebagai penyegar
atau difermentasi menjadi tuak. Gula kelapa juga dibuat dari nira ini.
·
Buah kelapa adalah bagian paling
bernilai ekonomi. Sabut yang berupa serat-serat kasar, bisa digunakan sebagai
bahan bakar, pengisi jok kursi, anyaman tali, keset, serta media tanam bagi
anggrek. Tempurung atau batok, bisa digunakan sebagai bahan bakar, pengganti
gayung, wadah minuman, dan bahan baku berbagai kerajinan tangan.
·
Endosperma buah kelapa yang berupa
cairan serta endapannya yang melekat di dinding dalam batok (daging buah
kelapa) adalah sumber penyegar populer. Daging buah muda berwarna putih dan
lunak serta biasa disajikan sebagai es kelapa muda atau es degan. Cairan ini
mengandung beraneka enzim dan memilki khasiat penetral racun dan efek penyegar
atau penenang. Beberapa kelapa bermutasi sehingga endapannya tidak melekat pada
dinding batok melainkan tercampur dengan cairan endosperma. Mutasi ini disebut
(kelapa) kopyor. Daging buah tua kelapa berwarna putih dan mengeras. Sarinya
diperas dan cairannya dinamakan santan.
·
Daging buah tua ini juga dapat diambil
dan dikeringkan serta menjadi komoditi perdagangan bernilai ekonomis, yang
disebut kopra. Kopra adalah bahan baku pembuatan minyak kelapa dan turunannya.
Cairan buah tua biasanya tidak menjadi bahan minuman penyegar dan merupakan
limbah industri kopra. Namun demikian, cairan ini dapat dimanfaatkan lagi untuk
dibuat menjadi bahan semacam jelly yang disebut nata de coco dan merupakan
bahan campuran minuman penyegar. Daging buah kelapa juga dapat dimanfaatkan
sebagai penambah aroma pada masakan daging serta dapat dimanfaatkan sebagai
obat rambut yang rontok dan mudah patah.
Sungguh
luar biasa yang dihasilkan dari pohon kelapa, mulai dari akar sampai pucuk daun
yang paling tinggi memberikan manfaat bagi manusia. Melihat dari filosofi dan
azas manfaat yang diberikan pohon kelapa ini merupakan ayat kauniyah yang
diberikan oleh Allah Ta'ala agar manusia bisa belajar dan memaknai hidup ini
seperti pohon kelapa. Tidak menimbulkan kerusakan bahkan menjaga lingkungan
dari kerusakan.
Pohon
kelapa adalah simbol dari jiwa yang kokoh, kuat dan kaya akan manfaat. Tidak
merasa takut bercita-cita tinggi walau angin menghembus kencang. Kuat bukan
untuk menindas sesama tetapi mengayomi pohon-kecil yang ada disekitarnya. Kaya
tapi tidak kikir karena apa yang dia miliki semua bisa memberi manfaat positif.