MAKALAH BOLA VOLI
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Bola
voli merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak digemari semua lapisan
masyarakat di Indonesia. Olahraga ini dapat dimainkan mulai dari tingkat anak-anak
sampai orang dewasa, baik
laki-laki maupun perempuan. Pada awal mulanya bermain bola voli untuk
tujuan rekreasi untuk mengisi waktu luang atau sebagai selingan setelah lelah
bekerja atau belajar. Selain tujuan-tujuan tersebut banyak orang berolahraga khususnya bermain voli
untuk memelihara dan meningkatkan
kesegaran jasmani atau kesehatan. Kemudian berkembang ke arah tujuan yang lain,
seperti tujuan prestasi yang tinggi untuk meningkatkan prestasi diri,
mengharumkan nama daerah, bangsa, dan negara (Asep Kurnia, 2007: 14).
Apabila
bermain bola voli bertujuan untuk
memperoleh prestasi, maka dalam
bermain harus dilakukan
sungguh-sungguh dan dibutuhkan
koordinasi gerak yang baik dari
setiap pemain. Untuk
menciptakan suatu koordinasi
dan kerjasama yang baik melalui
kombinasi teknik, setiap
tim bola voli membutuhkan latihan
organisasi tim yang sesuai dengan taktik dan strategi yang diterapkan.
Selanjutnya
untuk memperoleh hasil yang memuaskan dalam permainan bola voli,
diperlukan penguasaan teknik
dasar. Sarumpaet (1991:133) menyatakan bahwa penguasaan teknik
dasar bola voli merupakan unsur
yang menentukan kalah dan menangnya regu dalam
pertandingan. Oleh karena
itu, teknik dasar permainan harus benar-benar
dikuasai lebih dahulu
agar dapat mengembangkan untuk
pertandingan lancar dan teratur.
Penguasaan teknik-teknik
dasar yang baik merupakan awal dari taktik
permainan yang baik pula. Teknik dasar
bola voli yang harus dikuasai
oleh setiap pemain
adalah teknik dasar servis, teknik dasar passing, teknik dasar smash,
dan teknik dasar blocking.
Keempat teknik
dasar tersebut merupakan modal
dasar yang harus dipelajari
dan dilatih bagi
pemain pemula jika ingin
berprestasi. Banyak atlet pemula yang mengabaikan teknik
tersebut dan maunya hanya berlatih smash saja, padahal dari teknik yang ada
tersebut semuanya saling berkaitan dari teknik yang paling sederhana yaitu
teknik dasar passing sampai teknik yang paling sulit yaitu blocking. Tentu hal
itu harus pula didukung dengan penanganan seorang pelatih yang baik
dan kerja keras atlet yang selalu
menjunjung tinggi
kedisiplinan dalam berlatih. Penanganan tersebut
perlu dilakukan sejak
awal misalnya dengan
membentuk klub-klub bola voli di
daerah. Sebab, klub-klub tersebut akan memunculkan
bibit-bibit pemain bola voli yang handal.
Pendidikan
dasar bola voli merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan
psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan
nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritualsosial), serta
pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan
perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. Melihat dari perkembangan
Bola voli di dunia yang kini merebak selayaknya kita sebagai generasi bangsa
harus mengetahui beberapa olah raga yang sekarang menjadi salah satu tumpuan
Indonesia yaitu diantara sekian banyak olahraga yang diminati di Indonesia dan Permainan
bola voli begitu cepat menyebar dan menjadi olahraga yang di gemari di berbagai
negara, hal ini disebabkan karena permainan bola voli tidak memerlukan lapangan
yang luas, mudah untuk dimainkan, alat-alat yang digunakan untuk bermain
terbilang sederhana, permainan yang sangat menyenangkan, kemungkinan terjadinya
kecelakaan sangat kecil, dapat dimainkan di alam bebas maupun di ruang
tertutup, dan dapat di mainkan oleh banyak orang. Untuk itu kita harus
menanamkan pada peserta didik kita mengenai Pentingnya ilmu Bola voli serta
sejarah singkat Bola Voli.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana sejarah permainan bola voli?
2.
Apa saja yang termasuk sarana dan
prasarana permainan bola voli?
3.
Bagaimana teknik dasar permainan bola
voli?
4.
Bagaimana cara permainan permainan dan
perhitungan angka bola voli?
C.
Tujuan
Penulisan
1.
Untuk mengetahui sejarah permainan bola
voli.
2.
Untuk mengetahui apa saja sarana dan
prasarana permainan bola voli.
3.
Untuk mengetahui teknik dasar permainan
bola voli.
4.
Untuk mengetahui bagaimana cara
permainan dan perhitungan angka bola voli.
D.
Manfaat
1.
Manfaat
Teoritis
Makalah ini diharapkan
dapat berkontribusi bagi pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.
Kemudian diharapkan dapat menambah khasanah pustaka di Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tempat penulis menimba ilmu
di bangku perkuliahan. Selain juga dapat menjadi salah satu acuan kepada
pihak-pihak yang mungkin ke depan akan melakukan pembuatan makalah dalam bidang
yang sama atau berkaitan dengan apa yang
penulis lakukan saat ini.
2.
Manfaat
Praktis
Untuk menambahkan wawasan dan untuk menambah cakrawala berfikir bagi
penulis dan pembaca, berkaitan dengan apa yang dilakukan di dalam pembuatan
makalah ini.
BAB
II
ISI
A.
Sejarah
Permainan Bola Voli
Pada
awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette.
Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur
pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G.
Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika
Serikat).
William
G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada
tahun 1942. YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah
organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat
Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi
ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William.
Sosok
William B. Morgan adalah pencetus dari permainan bola voli pada tahun 1895 di
Holyoke, Amerika Serikat. William B. Morgan sendiri adalah seorang pembina
pendidikan jasmani pada Young Men Christain Association (YMCA).
Karena
perkembangan permainan bola voli yang begitu cepat maka YMCA mulai mengadakan
kejuaraan bola voli secara nasional. Kemudian permainan bola voli ini menyebar ke seluruh dunia. Pada tahun
1974, pertama kali bola voli dipertandingkan di Polandia dengan peserta yang
cukup banyak.
Pada
tahun 1984 didirikanlah Federasi Bola Voli Internasional atau Internationnal
Voli Ball Federation (IVBF) yang waktu
itu beranggotakan 15 negara dan berkedudukan di Paris. Organisasi ini sebagai
induk dari permainan bola voli internasional.
Setelah
bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir
pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939),
Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya
dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai
seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan
lulusan Springfield College of YMCA , menciptakan permainan Mintonette ini
empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James
Naismith.
Olahraga
permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan
dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan
Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan
menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola
tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota
YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak
seaktif permainan bola basket.
Perubahan
nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896,
pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School.
Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the
Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive
Director of Department of Physical Education of the International Committee of
YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang
telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang
bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh
instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua
tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang.
Dalam
kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah
permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat
leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga
dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi
standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah
mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu
wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).
Permainan
bola voli masuk ke Indonesia pada waktu
penjajahan Belanda (sesudah tahun 1928). Perkembangan permainan bola voli di Indodesia sangat cepat. Hal ini terbukti
pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-2 tahun 1952 di jakarta. Sampai sekarang permainan bola voli termasuk salah satu cabang olahraga yang
resmi dipertandingkan.
Pada
tahun 1955 tepatnya tanggal 22 Januari didirikan Organisasi Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dengan ketuanya W.
J. Latumenten. Setelah adanya induk organisasi bola voli ini, maka pada tanggal 28 sampai 30 mei 1955
diadakan kongres dan kejuaraan nasional yang pertama di Jakarta.
Dengan
melihat perkembangan permainan bola voli
yang begitu pesat sangatlah tepat bila pemerintah memilih permainan bola
voli sebagai olahraga pendidikan di
sekolah-sekolah. Hanya pada umumnya permainan bola voli sedikit mengalami
kesulitan di dalam memperkenalkan pada anak-anak didik. Kesulitan ini terletak
pada gerakan dasar permainan bola voli .
B.
Sarana
dan Prasarana Permainan Bola Voli
1. Lapangan
Permainan
Lapangan permainan bola
voli berbentuk persegi panjang dengan
ukuran panjang 18 m dan lebar 9 m, semua garis batas lapangan, garis tengah,
garis daerah serang adalah 3 m (daerah depan). Garis batas itu diberi tanda batas
dengan menggunakan tali, kayu, cat atau kapur, kertas yang lebarnya tidak lebih
dari 5 cm. lapangan permainan bola voli
terbagi menjadi dua bagian sama besar yang masing-masing luasnya 9 x 9
meter. Di tengah lapangan dibatasi garis tengah yang membagi lapangan menjadi
dua bagian sama besar. Masing-masing lapangan terdiri dari atas daerah serang
dan daerah pertahanan. Daerah serang yaitu daerah yang dibatasi oleh garis
tengah lapangan dengan garis serang yang luasnya 9 x 3 meter.
Gambar Ukuran Lapangan Bola voli
2. Bola
Bola harus bulat
terbuat dari kulit yang lentur atau terbuat dari kulit sintetis yang bagian
dalamnya dari karet atau bahan yang sejenis. Warna bola harus satu warna atau
kombinasi dari beberapa warna. Bahan kulit sintetis dan kombinasi warna pada
bola dipergunakan pada pertandingan resmi internasional harus sesuai dengan
standar FIVB.
Keliling bola 64 – 67
cm dan beratnya 260 – 280 gram, tekanan didalam bola harus 0, 39 – 0, 325
kg/cm2 (4,26 – 4,61 Psi) (294,3 – 318,82
mbar/hpa).
3. Jaring
atau Net
Jaring atau net untuk permainan bola
voli berukuran tidak lebih dari 9,50
meter dan lebar tidak lebih dari 1,00 meter dengan petak-petak atau mata jaring
berukuran 10 x 10 cm, tinggi net untuk putra 2,43 meter dan untuk putri 2,24
meter, tepian atas terdapat pita putih selebar 5 cm.Ukuran tinggi net putra
2,44 meter dan untuk net putri 2,24 meter.
4. Daerah
Servis
Daerah service adalah daerah selebar
9 meter di belakang setiap garis akhir. Daerah ini dibatasi oleh dua garis pendek
sepanjang 15 cm yang dibuat 20 cm di belakang garis akhir, sebagai kepanjangan
dari garis samping. Kedua garis pendek tersebut sudah termasuk di dalam batas
daerah service, perpanjangan daerah service adalah kebelakang sampai batas
akhir daerah bebas.
5. Antene Rod
Di dalam pertandingan
permainan bola voli yang sifatnya
nasional maupun internasional, di atas batas samping jaring dipasang tongkat atau rod yang menonjol ke atas
setinggi 80 cm dari tepi jaring atau bibir net. Tongkat itu terbuat dari bahan
fibergelas dengan ukuran panjang 180 cm dengan diberi warna kontras.
6. Pemain
Jumlah pemain dalam
lapangan permainan sebanyak 6 orang setiap regu dan ditambah 5 orang sebagai
pemain cadangan dan satu orang pemain libero. Satu tim maksimal terdiri dari 12
pemain, saru coach, satu sistem coach, satu trainer, dan satu dokter medis,
kecuali libero, satu dari para pemain adalah kapten tim, dia harus diberi tanda
dalam score sheet.
Hanya pemain terdaftar
dalam score sheet dapat memasuki lapangan dan bermain dalam pertandingan. Pada
saat coach dan kapten tim menandatangani scoresheet pemain yang terdaftar tidak
dapat diganti.
C. Teknik
Dasar Permainan Bola Voli
a. Pengertian
Teknik
Teknik adalah suatu
proses melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu peraktek dengan sebaik
mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang olahraga (khususnya
cabang permainan bola voli ).
Teknik dikatakan baik
apabila dari segi anatomis/fisiologis mekanik dan mental terpenuhi secara benar
persyaratannya. Apabila diterapkan pencapaian prestasi maksimal untuk
menganalisa gerakan teknik, umumnya para guru atau pelatih akan dapat
mengoreksi dan memperbaiki (Suharno, HP, 1983 : 3).
b. Kegunaan
Teknik Pada Cabang Olahraga
·
Efisien dan Efektif untuk mencapai
prestasi maksimal.
·
Untuk mencegah dan mengurangi terjadinya
cidera
·
Untuk menambah macam-macam teknik atlet
ada saat pertandingan. (Suharno, HP. 1982 : 30).
·
Atlet akan lebih mantap dan optimis
dalam memasuki arena pertandingan (Engkos Kosasih, 1984 : 109).
c. Teknik
Penguasaan Bola
Untuk dapat menguasai
bola secara maksimal dan sempurna seorang pemain setidaknya harus memiliki
kemampuan-kemampuan seperti mampu melakukan passing atas secara baik dan benar
dari teknik dasar ini tidak diabaikan dan harus dilatih dengn baik, seseorang
harus mengerti dan benar-benar dapat menguasai teknik penguasaan bola dengan baik dan terus menerus, (Dleter
Beullteshtahl. 1986 : 9).
Agar dapat bermain bola
voli dengan baik, seseorang harus
mengerti dan benar-berar dapat menguasai teknik penguasaan bola dengan baik.
Dengan menguasai teknik penguasaan bola dan latihan yang continue diharapkan
nantinya dapat bermain bola voli secara baik dan benar.
d. Teknik
Dasar permainan Bola voli
a. Servis
Servis merupakan pukulan untuk memulai
permainan. Selain itu, servis juga adalah awalan pukulan sebagai kesempatan
untuk memasukkan bola ke daerah lawan. Beberapa cara melakukan servis sebagai
berikut.
· Servis bawah
Cara melakukan servis bawah sebagai
berikut.
a. Pemain
berdiri menghadap ke arah net, dengan salah satu kaki di depan.
b. Lengan
kiri ke depan dan memegang bola.
c. Bola
dilambungkan rendah ke atas, berat badan bertumpu pada yang berada kaki
belakang.
d. Lengan
yang bebas digerakkan ke belakang kemudian diayunkan ke depan untuk memukul
bola dengan kekuatan yang terukur.
e. Saat
memukul bola, berat badan dipindahkan ke bagian kaki depan.
f. Bola
dipukul dengan tangan mengepal dengan kuat
g. Kemudian,
pindahkan kaki belakang ke depan sebagai gerakan lanjutan.
· Servis Samping
Cara melakukan servis dengan ayunan tangan
dari samping sebagai berikut:
a. Pemain
berdiri dengan kedua kaki menghadap ke sisi lapangan.
b. Bola
dipegang dengan lengan dijulurkan setinggi kepala, kemudian bola dilambungkan
ke depan badan.
c. Tangan
yang sebagai pemukul diayun ke belakang.
d. Berat
badan ditempatkan di belakang, dengan kedua lutut sedikit ditekuk.
e. Lengan
diangkat dengan membentuk gerakan melingkar.
f. Bagian
tubuh berputar sedemikian rupa sampai menghadap net, kemudian berat badan
dipindahkan ke depan.
· Servis Atas
Cara melakukan servis dengan ayunan tangan
dari atas sebagai berikut:
a. Pemain
berdiri dengan salah satu kaki di depan, kedua lutut agak ditekuk.
b. Kedua
tangan memegang bola.
c. Bola
dilambung dengan tangan kiri ke atas sampai ketinggian ± 1 m di atas kepala di
depan bahu, dan telapak tangan kanan segera ditarik ke belakang atas kepala
dengan telapak menghadap ke depan.
d. Badan
dilentingkan ke belakang. Setelah tangan berada di belakang atas kepala, bola
segera dipukul dengan telapak tangan, dengan posisi lengan tetap lurus dan
seluruh tubuh ikut bergerak.
e. Pada
saat bola dipukul, berat badan dipindahkan ke depan.

Gambar 1.1
Servis Atas
b. Jump
Serve
Cara melakukan jump serve sebagai
berikut:
a. Pemain
berdiri dengan dengan kedua kaki rapat.
b. Kedua
tangan memegang bola di depan badan.
c. Bola
dilambungkan ke atas depan.
d. Saat
bola melambung, lakukan tolakan beberapa langkah ke depan untuk mendapatkan
lompatan yang maksimal.
e. Saat
mencapai ketinggian maksimal dan bola berada pada jangkauan lengan pukullah
bola tersebut.
f. Pada
saat memukul bola, berat badan dipindahkan ke depan.
c. Passing
Passing ialah teknik mengoper bola.
Passing bola voli dibagi ke dalam dua bagian yaitu:
1. Passing
Bawah
Passing bawah adalah cara mengoper atau
menerima bola dengan dua tangan secara bersamaan di depan badan. Cara melakukan
passing bawah sebagai berikut:
a. Sikap
badan berdiri, kedua kaki dibuka selebar bahu, dan kedua lutut agak ditekuk.
b. Badan
agak condong ke depan, pandangan ke arah datangnya bola.
c. Kedua
tangan dirapatkan dan diluruskan di depan badan.
d. Perkenaan
bola pada bidang datar lengan bawah dekat pergelangan tangan.
e. Saat
perkenaan, gerakkan kedua lengan ke atas dengan sumber gerakan dari pangkal
bahu, kemudian luruskan kedua tangan.
f. Gerakan
tangan disesuaikan dengan keras atau lemahnya kecepatan bola yang datang.
2. Passing
Atas
Passing atas (set up) adalah cara
mengoper atau menerima bola dengan dua tangan di atas depan kepala secara
bersamaan. Cara melakukannya passing atas sebagai berikut:
a. Sikap
badan berdiri, kedua kaki dibuka selebar bahu, kedua lutut agak ditekuk, dan
kedua tangan berada di atas depan dahi.
b. Badan
agak condong ke depan, pandangan ke arah datangnya bola.
c. Jari-jari
kedua tangan direnggangkan.
d. Perkenaan
bola pada ujung jari tangan.
e. Saat
perkenaan, ikuti gerakan bola, kemudian dorong hingga bola melambung.
f. Gerakan
tangan disesuaikan dengan keras atau lemahnya bola.

Gambar 1.2
Pasing Atas
d. Smash
Smash adalah gerakan memukul bola dengan
keras dan menukik tajam. Smash juga merupakan bentuk serangan yang sangat
efektif untuk mendapatkan kemenangan dalam bola voli. Ada hal yang perlu
mendapat perhatian dalam melakukan sebuah smash, yaitu : awalan, tolakan,
meloncat saat bola di atas net, dan pendaratan.
·
Awalan
Berdiri dengan salah satu kaki
dibelakang sesuai dengan kebiasaan individu (tergantung smasher normal atau
smasher kidal). Langkahkan kaki satu langkah kedepan (pemain yang baik, dapat
mengambil ancang ancang sebanyak 2
sampai 4 langkah), kedua lengan mulai bergerak kebelakang, berat badan
berangsur angsur merendah untuk membantu
tolakan.
·
Tolakan
Langkahkan kaki selanjutnya, hingga
kedua telapak kaki hampir sejajar dan salah satu kaki agak kedepan sedikit
untuk mengerem gerak kedepan dan sebagai persiapan meloncat kearah vertikal.
Ayunkan kedua lengan kebelakang atas sebatas kemampuan, kaki ditekuk sehingga
lutut membuat sudut ±110º, badan siap untuk meloncat dengan berat badan lebih
banyak bertumpu pada kaki yang didepan.
·
Meloncat
Mulailah meloncat dengan tumit dan jari
kaki menghentak lantai dan mengayunkan kedua lengan kedepan atas saat kedua
kaki mendorong naik keatas. Telapak kaki, pergelangan tangan, pinggul dan
batang tubuh digerakkan serasi merupakan rangkaian gerak yang sempurna. Gerakan
eksplosif dan loncatan vertikal.
·
Memukul Bola
Jarak bola didepan atas sejangkauan
lengan pemukul, segera lecutkan lengan kebelakang kepala dan dengan cepat
lecutkan kedepan sejangkauan lengan terpanjang dan tertinggi terhadap bola.
Pukul bola secepat dan setinggi mungkin, perkenaan bola dengan telapak tangan
tepat diatas tengah bola bagian atas. Pergelangan tangan aktif menghentak
kedepan dengan telapak tangan dan jari menutup bola. Setelah perkenaan bola
lengan pemukul membuat gerakan lanjutan kearah garis tengah badan dengan
diikuti gerak tubuh membungkuk. Gerak lecutan lengan, telapak tangan, badan,
tangan yang tidak memukul dan kaki harus harmonis dan eksplosif untuk menjaga
keseimbangan saat berada diudara. Pukulan yang benar akan menghasilkan bola
keras dan cepat turun kelantai.
·
Mendarat
Mendarat dengan kedua kaki mengeper.
Lutut lentur saat mendarat untuk meredam perkenaan kaki dengan lantai, mendarat
dengan jari-jari kaki (telapak kaki bagian depan) dan sikap badan condong
kedepan. Usahakan tempat mendarat kedua kaki hampir sama dengan tempat saat
meloncat.
Macam-macam
Smash.
·
Open
Pemukul melakukan gerak awalan setelah
bola lepas dari tangan pengumpan, bola dipukul dipuncak loncatan dan jangkauan
lengan yang tertinggi.
·
Semi
Setelah bola lepas dipasing kearah
pengumpan, pemukul harus mulai bergerak perlahan kedepan dengan langkah tetap
menuju kearah pengumpan. Begitu pengumpan menyajikan bola dengan ketinggian 1m
ditepi atas net maka secepatnya pemukul meloncat keatas dan memukul bola.
Disini kecepatan gerak harus lebih cepat dari pada smash dengan bola Open.
·
Quick
Begitu melihat bola pasing ke pengumpan,
maka pemukul melakukan awalan secepat mungkin, dengan langkah yang panjang.
Timing meloncat sebelum bola diumpan dengan jarak satu jangkauan lengan pemukul
dengan bola yang akan diumpan. Pemukul melayang dengan tangan siap memukul,
pengumpan menyajikan bola tepat didepan tangan pemukul. Lakukan pukulan dengan
secepat²nya, gerakan pergelangan tangan yang cepat sangat baik hasilnya.
Loncatan smasher vertikal, jagalah keseimbangan badan pada saat melayang.
·
Straight
Smasher sebelum melakukan gerakan
awalan, terlebih dahulu bergerak kearah luar lapangan mendekati tiang net,
smasher melakukan awalan bergerak arah paralel dengan jaring. Begitu bola
sampai dibatas tepi jaring dengan ketinggian optimal bola, segeralah melompat
dan langsung memukul secepatnya. Proses menjalankan teknik ini lebih cepat
dibandingkan smash dengan bola semi.
·
Drive
Smash ini biasanya digunakan oleh pemain
untuk bola jauh dari net, saat meloncat smasher agak dekat dibawah bola,
berbeda dengan saat meloncat pada smash normal. Bola yang akan di smash
terletak diatas kanan bahu lengan pemukul. Gerak lecutan tangan dari depan atas
badan diputarkan kearah yang berlawanan dengan arah jarum jam, telapak tangan
membentuk cekungan seperti sendok. Cambukan keras, perkenaan bola dibagian
belakang kearah bagian muka dengan telapak tangan, aktifkan gerakan pergelangan
tangan . Gerakan cambukan harus dibantu oleh otot² perut, samping dan bahu.
Akibat cambukan kurve jalan bola akan panjang dan putaran bola menjauhi net,
bola bergerak dengan cepat dan tajam.
·
Dummy
Pemain melakukan gerakan sama dengan
pada waktu hendak melakukan smash, tetapi pada waktu kontak dengan bola, bola
tidak dipukul melainkan disentuh saja dengan jari tangan. Lengan pemukul tetap
bergerak dan dengan gerakan jari pemukul mengarahkan bola ketempat yang tidak
terjaga ditempat lawan. Bola dapat dilambungkan pendek atau panjang tergantung
pada situasi.
·
Bola 3 meter
Smash ini adalah serangan yang dilakukan
dari belakang garis serang, pemukul yang berfungsi sebagai pemain belakang pada
saat tolakan tidak boleh menginjak atau melewati garis serang, tetapi pada saat
mendarat boleh saja jatuh didalam garis serang.
·
Kijang
Biasanya umpan bola back, pemukul
melakukan langkah panjang dan naik dengan tolakan loncatan menggunakan satu
kaki, pemukul tangan kanan menolak dengan kaki kiri.
·
Double Step
Smash dengan menggunakan gerak tipu,
disini pemukul melakukan dua kali gerakan untuk melakukan tolakan meloncat.
Tolakan pertama hanya berupa tipuan untuk mengecoh block, baru pada tolakan
kedua pemukul meloncat dan melakukan serangan.
·
Step L
Smash ini hampir sama dengan smash
normal, tetapi gerakan awalan berbeda. Pemukul melangkah kedepan, kemudian
melakukan langkah kesamping sebelum tolakan, baru kemudian melompat naik untuk
melakukan serangan.
Adapun
cara melakukan teknik dasar smash sebagai berikut:s
a. Berat
badan berada pada kaki depan, pandangan mengarah ke depan.
b. Melangkah
sebelum melakukan tolakan biasanya dilakukan dua langkah dan langkah terakhir
lebar.
c. Menolak
dengan kedua kaki ke atas dibantu dengan ayunan kedua lengan ke depan.
d. Bola
dipukul dengan telapak tangan pada bagian atas bola bersamaan dengan
pergelangan tangan diaktifkan.
e. Mendarat
dengan kedua ujung telapak kaki bersamaan,kedua lutut mengeper, kedua lutut
direndahkan, berat badan dibawa ke depan. Kedua lengan di depan samping badan.

Gambar 1.3
Smash
e.
Blok
Blok
adalah upaya untuk menghalangi atau membendung serangan lawan dengan
merentangkan kedua tangan pada tempat yang diperkirakan menjadi sebuah arah
jalannya bola. Blok juga tidak hanya dapat dilakukan satu orang pemain namun
juga dapat 2-3 pemain. Tujuan dari melakukan teknik blok ialah agar smash dari
pihak lawan menjadi gagal, dan bola dari hasil sebuah olahan umpan tim lawan
dapat digagalkan masuk ke daerah pertahanan sendiri.
Sikap
memblok yang benar adalah
·
Jongkok, bersiap untuk melompat.
·
Lompat dengan kedua tangan rapat dan
lurus ke atas.
·
Saat mendarat hendaknya langsung
menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian
melakukan blok.
Blok
ada dua macam
a. Blok
tunggal adalah membendung bola yang dilakukan oleh satu orang pemain.
b. Blok
ganda adalah membendung bola yang dilakukan oleh dua orang pemain atau lebih.
Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan block ganda antara lain adalah
memadukan langkah kaki dan kerjasama antar bloker dalam menentukan waktu
lompatan dan arah pergerakan bola.

Gambar
1.4
Blok
D.
Cara Permainan dan Perhitungan Angka Bola Voli
a. Cara
Bermain Bola Voli
Permainan ini dimainkan
oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan berlomba-lomba
mencapai angka 25 terlebih dahulu.
Dalam sebuah tim,
terdapat 4 peran penting, yaitu tosser (atau setter), spiker (smash), libero,
dan defender (pemain bertahan). Tosser atau pengumpan adalah orang yang
bertugas untuk mengumpankan bola kepada rekan-rekannya dan mengatur jalannya
permainan.
Spiker bertugas untuk
memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan. Libero adalah pemain
bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh men-smash bola ke
seberang net. Defender adalah pemain yang bertahan untuk menerima serangan dari
lawan.
Permainan voli menuntut
kemampuan otak yang prima, terutama tosser. Tosser harus dapat mengatur
jalannya permainan. Tosser harus memutuskan apa yang harus dia perbuat dengan
bola yang dia dapat, dan semuanya itu dilakukan dalam sepersekian detik sebelum
bola jatuh ke lapangan sepanjang permainan. Permainan ini dimainkan oleh 2 tim
yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan mengusahakan untuk mencapai
angka 25 terlebih dahulu untuk memenangkan suatu babak.
b.
Penghitungan Angka
Aturan
permainan dari bola voli adalah:
1. Jika
pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita maka kita kehilangan bola
dan musuh mendapatkan nilai
2. Serve
yang kita lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. Jika
tidak, maka musuh pun akan mendapat nilai 8. Sistem Pertandingan
3. Sistem
pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan
akandisitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4
(empat) tim.
4. Setiap
tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan
4 pemain cadangan.
5. Pergantian
pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
6. Pertandingan
tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang
bermain untuk cabang olahraga yanglain.
7. umlah
pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
8. Apabila
di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan
dianggap kalah.
9. Setiap
pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di
pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
10. Sistem
hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24)
maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan
selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
11. Kemenangan
dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih
mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari
kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.
·
Kesalahan
meliputi:
o
Pemain menyentuh net atau melewati garis
batas tengah lapangan lawan.
o
Tidak boleh melempar ataupun menangkap
bola. Bola voli harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan.
o
Bola yang dipantulkan keluar dari
lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan.
o
Pada saat servis bola yang melewati
lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima
servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan
o
Seluruh pemain harus berada di dalam
lapangan pada saat serve dilakukan.
o
Pemain melakukan spike di atas lapangan
lawan.
o
Seluruh bagian tubuh legal untuk
memantulkan bola kecuali dengan cara menendang.
o
Para pemain dan lawan mengenai net 2
kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults.
12. Setiap team
diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakhir. Dan apabila
dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh
meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.
13. Time out dilakukan
hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
14. Diluar dari aturan
yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan internasional.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Sosok
William B. Morgan adalah pencetus dari permainan bola voli pada tahun 1895 di
Holyoke, Amerika Serikat. William B. Morgan sendiri adalah seorang pembina
pendidikan jasmani pada Young Men Christain Association (YMCA).
Karena
perkembangan permainan bola voli yang begitu cepat maka YMCA mulai mengadakan
kejuaraan bola voli secara nasional. Kemudian permainan bola voli ini menyebar ke seluruh dunia. Pada tahun
1974, pertama kali bola voli dipertandingkan di Polandia dengan peserta yang
cukup banyak.
Pada
tahun 1984 didirikanlah Federasi Bola Voli Internasional atau Internationnal
Voli Ball Federation (IVBF) yang waktu
itu beranggotakan 15 negara dan berkedudukan di Paris. Organisasi ini sebagai
induk dari permainan bola voli internasional.
Sarana dan Prasaran Permainan Bola
Voli
1. Lapangan Permainan
2.
Bola
3.
Jaring atau Net
4. Daerah Servis
5. Antene Rod
6. Pemain
Teknik Dasar Permainan Bola Voli
a.
Teknik Dasar permainan Bola voli
· Servis
· Servis
bawah
· Passing
· Smash
· Blok
B.
Saran
Adapun
saran-saran yang penulis berikan setelah meneliti permasalahan di dalam makalah
ini adalah:
a.
Saran
Teoretis
Untuk penelitian selanjutnya, disarankan
untuk dapat mencari dan membaca referensi lain lebih banyak lagi. Sehingga
diharapkan hasil penelitian selanjutnya akan semakin baik lagi serta dapat
memperkaya wawasan dan ilmu pengetahuan yang baru.
b.
Saran Praktis
Berdasarkan pembahasan,
penulis memberikan beberapa saran yaitu, bola voli ini sangant penting bagi
olahrag yang ada diindonesia, maka dari itu pemerintah harus memfasilitasinya
dengan baik agar cabang olahraga yang ada diindonesia ini semakin maju dan
lebih baik lagi.
DAFTAR
PUSTAKA
http://olahraga.smansax1-edu.com/2015/02/teknik-dasar-permainan-bola-voli.html
